Untitled Art – Pasar Seni Berbasis Online 2020

by Kabar Seni
Untitled art

Untitled Art – Pasar Seni Berbasis Online 2020 (Repost dari Localproject.id) – Menyikapi pandemi covid yang saat ini dihadapi oleh seluruh masyarakat di penjuru dunia, hampir seluruh aktivitas kesenian berubah menjadi online base. Hal tersebut dilakukan agar menghindari terjadinya penularan virus karena berkumpulnya orang-orang dalam satu ruangan.

Beralihnya aktivitas kesenian seperti pameran seni rupa, pertunjukan teater, ataupun konser musik menjadi online base memang masih memiliki beberapa permasalahan besar. Masalah-masalah yang dihadapi mulai dari kualitas kamera, penurunan kualitas gambar akibat kebijakan platform online yang digunakan (media sosial, blog, dan sebagainya), hingga kejelasan profit yang didapatkan seniman atau penyelenggara.

Hal tersebut membuat banyak penyelenggara aktivitas kesenian hingga para senimannya meradang. Mereka hampir tidak dapat melakukan pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan samasekali.

Namun, dengan permasalahan yang terjadi tersebut apakah para pelaku kesenian tersebut berhenti? Tentu saja tidak. Mereka memiliki sederet solusi yang dapat digunakan sebagai jalan keluar atas permasalahan ini.

Untitled Art – Pasar Seni Berbasis Online Pada Tahun 2020

Melihat permasalahan yang cukup kompleks tersebut, Untitled Art memiliki inisiatif untuk mencari jalan keluar. Dalam hal ini, Untitled Art bekerjasama dengan Artland untuk menyelenggarakan Art Fair berbasis online dengan menggunakan teknologi VR (Virtual Reality).

Acara yang diselenggarakan oleh Untitled Art dan Artland ini dilaksanakan pada musim panas USA atau sekitar pada bulan Juni – September 2020. Hal tersebut kemudian menjadi awal mula era baru dalam penyelenggaraan sebuah acara kesenian secara digital.

Penggunaan teknologi VR dilakukan agar penonton dapat merasakan secara langsung pameran tersebut tanpa harus datang ke lokasi. Selain itu, Artland sendiri sebagai provider pameran 3D terpercaya telah meyakinkan bahwa kualitas gambar yang dihasilkan dalam pameran tersebut memiliki kualitas yang terbaik dan tidak terlihat berbeda dari aslinya.

Teknologi ini secara keseluruhan telah dikembangkan oleh Artland sejak tahun lalu. Meskipun pada awalnya penggunaan teknologi ini sebatas sebagai fitur tambahan seperti yang dilakukan oleh Art Basel dan Frieze, namun karena adanya lockdown dan penjualan harus tetap dilakukan maka penggunaan teknologi ini akan dimaksimalkan.

Dalam Untitled Art galeri yang terlibat di dalam pameran besar ini dapat mengontrol secara penuh instalasi karya yang akan dipamerkan pada panel yang telah disediakan. Galeri juga dapat mendisain booth-nya masing-masing sesuai keinginan mereka. Sama persis dengan pameran-pameran pada umumnya.

Penonton dalam art fair ini dapat berkeliling lokasi pameran secara leluasa hanya menggunakan mouse atau cursor untuk navigasinya. Penonton juga dapat langsung menuju booth mana yang akan dituju dengan cara memilih pada denah area yang sudah disediakan oleh penyelenggara.

Bagi galeri yang berkenan untuk mendaftarkan diri pada pameran ini, terdapat dua pilihan biaya. Pertama biaya untuk booth dengan ukuran 200 kaki persegi sebesar USD 1.000, dan kedua untuk booth dengan ukuran 400 kaki persegi sebesar USD 3.000.

Biaya tersebut kemudian ditambah dengan pembagian komisi penjualan antara galeri kepada penyelenggara. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi pembiayaan di muka dengan jumlah besar bagi galeri yang hendak terlibat di dalam pameran tersebut.

Kritik Terhadap Untitled Art

Perhelatan yang diselenggarakan oleh Untitled Art dan Artland memang patut untuk diapresiasi. Namun, kami merasa bahwa acara tersebut masih terdapat hal-hal yang kurang maksimal.

Secara pengalaman, kami merasa para penonton tidak bisa mendapatkan kualitas gambar yang aktual. Alih-alih mendapatkan hasil visual karya-karya yang didigalisasi 1:1, malah terlihat seperti rendering 3d pada umumnya.

Kami merasa bahwa permasalahan ini diakibatkan oleh teknologi yang dipaksakan. Menurut kami, daripada membuat ruang digital seperti itu, secara kualitas masih jauh daripada hanya sebatas membuat foto katalog karya.

Meskipun begitu, kami merasa bahwa apa yang dilakukan oleh Untitled Art dan Artland ini bisa menjadi sebuah terobosan atas adanya Metaverse. Hal tersebut karena sudah dapat dipastikan, cepat atau lambat, Metaverse akan segera datang dan menjadi bagian dari kehidupan kita nanti.

Oleh sebab itu, aktivitas ini menjadi bahan percontohan serta evaluasi bagi para penyelenggara aktivitas kesenian di seluruh dunia.

 

Kunjungi Kabar Seni untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar aktivitas kesenian di seluruh dunia.

related posts

Leave a Comment